TANGERANG, WT – Kabupaten Tangerang berhasil mengantongi penghargaan prestisius sebagai Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen Pemkab dalam menjaga ketahanan pangan dan inovasi digital melalui aplikasi Jaga Desa.
Bupati Maesyal Rasyid, saat menerima penghargaan, menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang dinilai inspiratif karena peran aktif kepala daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan mitra pemerintah lainnya dalam mengimplementasikan Jaga Desa. Aplikasi ini telah diterapkan di 246 desa.
“Kami telah memanfaatkan kesempatan untuk mewujudkan tata kelola desa secara transparan, mulai dari pengelolaan keuangan, pemanfaatan potensi, hingga memastikan desa benar-benar hadir untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, aplikasi Jaga Desa sangat vital dalam mendorong tata kelola pemerintahan dan keuangan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif. Melalui platform digital ini, Pemkab dapat memantau secara seksama sejauh mana pengelolaan dan pemanfaatan dana desa serta sumber-sumber pendapatan lain di desa.
“Pemerintah kini dapat memantau bagaimana kepala desa menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi yang dialokasikan daerah sebesar 10 persen. Dengan demikian, transparansi penggunaan anggaran desa tetap terjaga sesuai hasil musyawarah Badan Permusyawaratan Desa (BPD),” jelasnya.
Bupati berharap inovasi Jaga Desa dapat terus dikembangkan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri dan seluruh aparat yang selama ini bersinergi dalam pengawasan dan pendampingan desa.
“Alhamdulillah, berkat sinergi ini, beban kerja para kepala desa terasa lebih ringan. Bahkan, dampak nyata sudah terlihat; ada kelompok tani yang berhasil memperoleh keuntungan panen bawang hingga Rp12 juta. Ini adalah bukti bahwa pemberdayaan desa benar-benar menyentuh langsung masyarakat,” tutup Maesyal Rasyid. (RIK)















Discussion about this post