TANGERANG, WT – Program sosial kesehatan bertajuk Khitan Massal Cisauk 2026 sukses digelar pada Sabtu (14/2/2026) di Markaz MIAN, Ruko Griya Suradita Indah, Cisauk. Kegiatan perdana ini mengalokasikan anggaran lebih dari Rp22 juta untuk menghadirkan layanan sunat gratis yang aman, profesional, dan bermartabat bagi masyarakat.
Program ini merupakan kolaborasi antara Cisauk Mengaji, Markaz MIAN, dan Sahabat Sunnat Modern. Sinergi tersebut mengusung konsep dakwah sekaligus pelayanan sosial, dengan tujuan memberikan layanan kesehatan anak yang layak secara medis serta bernilai ibadah.
Sebanyak 19 anak dari wilayah Cisauk dan sekitarnya mengikuti kegiatan ini. Program memprioritaskan peserta yatim dan dhuafa, namun tetap terbuka untuk masyarakat umum agar manfaatnya lebih luas.
Sejak pagi, peserta dan orang tua telah memadati lokasi kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan registrasi, pengarahan teknis, edukasi medis, serta sesi foto bersama sebelum tindakan dilakukan.
Metode yang digunakan adalah khitan modern sistem klamp, yang dikenal minim nyeri, tanpa jahitan, serta mempercepat masa pemulihan. Seluruh prosedur ditangani tenaga medis profesional dengan estimasi waktu sekitar 15 menit per anak.
Tak hanya tindakan medis gratis, panitia juga menyediakan fasilitas lengkap bagi peserta, meliputi obat oral selama tujuh hari, salep luka, spray wound healing, celana batok sunat, sarung baru, uang saku, lembar panduan perawatan, hingga layanan pemantauan pasca khitan melalui WhatsApp medis. Konsumsi untuk peserta dan pendamping turut disiapkan selama acara berlangsung.
Anggaran lebih dari Rp22 juta tersebut digunakan untuk menunjang seluruh kebutuhan pelaksanaan, mulai dari tindakan medis, perlengkapan peserta, hingga operasional kegiatan. Panitia menegaskan, alokasi dana tersebut mencerminkan keseriusan dalam menghadirkan layanan sosial kesehatan berkualitas.
Panitia pelaksana dari Ma’had Imam an-Nawawi, Budi Santosa, menyatakan kegiatan ini akan terus dilanjutkan. Menurutnya, khitan massal bukan sekadar aksi sosial, tetapi bagian dari pelayanan umat yang diharapkan menjadi amal jariyah.
Pimpinan Cisauk Mengaji, Idpan Yudarda, juga menegaskan komitmen menjadikan program ini sebagai agenda rutin tahunan. Ia berharap dakwah dapat hadir tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu wali peserta, Abū ‘Amir Ibnu Abdilbarr, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelayanan yang diberikan sangat memuaskan, mulai dari proses tindakan hingga fasilitas pendukung yang diterima. (RIK)























Discussion about this post