JAKARTA, WT – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4,0 triliun, atau tumbuh 14 persen secara tahunan (year-on-year).
Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari implementasi strategi bisnis yang konsisten, sehingga mampu mendorong pertumbuhan intermediasi sekaligus menjaga kualitas aset tetap sehat.
“Sepanjang 2025, Danamon berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid berkat kepercayaan nasabah serta dukungan seluruh karyawan. Kami optimistis melangkah di 2026 untuk terus menghadirkan solusi finansial yang relevan dan berkontribusi bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance Danamon mencapai Rp212,7 triliun atau tumbuh 9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif di berbagai lini bisnis, termasuk enterprise banking, consumer banking, hingga pembiayaan UMKM.
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp176,9 triliun atau naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dana murah (CASA) juga mengalami peningkatan 18 persen menjadi Rp75,2 triliun.
Danamon mencatatkan pendapatan operasional sebesar Rp21,6 triliun atau tumbuh 5 persen. Pendapatan non-bunga turut meningkat 9 persen menjadi Rp3,7 triliun, dengan kontribusi terbesar dari lini tresuri.
Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp9,6 triliun, naik 4 persen. Penurunan biaya kredit sebesar 10 persen turut mendorong peningkatan laba bersih perusahaan. Dari sisi rasio, margin bunga bersih (NIM) berada di level 7,7 persen, mencerminkan kinerja intermediasi yang tetap kuat.
Kinerja positif juga diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto membaik menjadi 1,7 persen, sementara rasio cakupan NPL mencapai 280,7 persen.
Likuiditas dan permodalan juga tercatat solid, dengan rasio LCR sebesar 158,9 persen, NSFR 117,9 persen, serta rasio kecukupan modal (KPMM) sebesar 25,4 persen, jauh di atas ketentuan regulator.
Dari sisi operasional, Danamon mencatatkan pertumbuhan signifikan di berbagai ekosistem bisnis. Pada sektor otomotif, pembiayaan melalui kolaborasi dengan Adira Finance tumbuh 41 persen menjadi Rp2,1 triliun.
Di ekosistem haji dan umrah, jumlah mitra biro perjalanan meningkat 31 persen, diikuti pertumbuhan jumlah rekening sebesar 43 persen. Sementara di sektor pendidikan, Danamon telah bermitra dengan lebih dari 120 institusi dengan pertumbuhan rekening mencapai 27 persen.
Transformasi digital juga menunjukkan hasil positif. Aplikasi D-Bank PRO mencatatkan pertumbuhan transaksi sebesar 35 persen, sedangkan Danamon Cash Connect untuk nasabah korporasi tumbuh 11 persen.
Sebagai bagian dari grup MUFG, Danamon juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan di Indonesia setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, melalui penggabungan usaha Adira Finance dengan Mandala Finance, Danamon semakin memperkuat bisnis pembiayaan otomotif dan multiguna di Tanah Air. (RIZ)























Discussion about this post