TANGSEL, WT – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan penjelasan resmi menyusul kritik publik terkait penyelenggaraan Leadership Training di Bandung yang dinilai menghabiskan anggaran besar.
Kepala BKPSDM Tangsel, Wahyudi Leksono, menegaskan kegiatan tersebut merupakan program yang sudah tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dan bukan kegiatan yang muncul secara tiba-tiba.
Wahyudi menjelaskan pelatihan yang berlangsung empat hari dan dibagi dalam dua gelombang pada 9–10 dan 11–12 Desember 2025 itu diikuti 200 pejabat eselon II dan III. Ia menambahkan bahwa pemilihan Bandung sebagai lokasi telah melalui kajian yang mempertimbangkan fasilitas, suasana belajar, serta ketersediaan narasumber yang relevan dengan materi pengembangan kepemimpinan. “Lokasi luar kota dipilih agar peserta dapat fokus mengikuti pelatihan tanpa gangguan rutinitas,” ujarnya pada Rabu, (10/12/2025).
Ia menepis anggapan bahwa pemilihan lokasi di Bandung merupakan bentuk pemborosan atau kemewahan. Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan demi memastikan proses pembelajaran berlangsung optimal dan terukur. “Ini bukan soal memanjakan peserta, tetapi memastikan hasil pelatihan benar-benar efektif,” tegas Wahyudi.
Menanggapi tudingan pemborosan anggaran, Wahyudi menyampaikan bahwa pelatihan kepemimpinan merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam membina dan meningkatkan kapasitas ASN secara berkelanjutan. Tanpa program yang terstruktur, katanya, kualitas pelayanan publik berpotensi stagnan dan tidak mampu mengikuti perkembangan birokrasi modern. “Pelayanan yang baik hanya bisa diberikan oleh SDM kompeten, dan itu perlu proses pembinaan,” jelasnya.
Wahyudi juga menekankan pelatihan ini sejalan dengan implementasi Merit System sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang mengharuskan peningkatan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan manajemen talenta. Ia menilai kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan masyarakat.
Meski demikian, Wahyudi menegaskan Pemkot Tangsel tetap menghargai kritik publik sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Ia menyebut setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih efisien, transparan, dan memberikan manfaat lebih besar. “Leadership Training adalah investasi SDM, bukan pemborosan,” pungkasnya. (RAY)















Discussion about this post