JAKARTA, WT – Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna), yang sejak awal fokus pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus memberikan dukungan pembiayaan kepada pelaku UMKM.
Salah satunya contoh nyata keberpihakan adalah pertumbuhan bisnis rintisan pemilik pabrik tahu, Asep Jaenudin. Asep Jainudin merupakan anggota KSP Sahabat Mitra Sejati, dari usaha tahu skala rumahan menjadi pabrik tahu dengan omset ratusan juta per bulan.
Corporate Communication & Investor Relation Head Bank Sampoerna, Ridy Sudarma mengaku bangga dengan kemajuan yang dialami Asep hingga mampu melakukan ekspansi usaha dari awalnya usaha tahu rumahan. Dengan perjalanan yang panjang dan riwayat jatuh bangun, saling percaya antara bank, mitra strategis, dan anggotanya menjadi kunci dari keberhasilan Bank Sampoerna mengantarkan pelaku UMKM seperti Asep untuk berkembang dan bertumbuh.
“Kami sangat terkesan dengan perjuangan Pak Asep. Dia termasuk pelaku usaha yang pandai dalam mengatur dan mengelola keuangan, dengan mengoptimalkan aset, pinjaman, dan arus kas dari berbagai usaha yang dimiliki. Apalagi, dengan adanya pabrik tahu ini, Asep dapat menghidupi sekitar 20-30 karyawan dan mata rantai usaha lainnya,” katanya saat kunjungannya ke pabrik tahu milik Asep di Komplek PIK kopti RT 03/11, Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (26/6/2023).
Ridy mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari nasabah yang selama ini telah terjalin dengan bank Sampoerna dan akan terus mendukung berkembangnya usaha UMKM.
“Kunjungan ini mempertegas komitmen Bank Sampoerna untuk selalu mendorong dan mendukung tumbuh kembang pelaku UMKM di Tanah air,” ujar Ridy.
Sementara, Pemilik Pabrik Tahu, Asep Jaenudin menuturkan awalnya sebagai sopir angkot. Kemudian, pada 2006 banting stir membuka bisnis makanan berbahan baku kedelai tersebut. Seiring waktu usahanya sedikit demi sedikit ada meningkat.
“Mengawali usaha ini, saya dihadapkan dengan berbagai kesulitan yang diawali dengan berpisah dengan mitra kerja saya, lalu mencari karyawan yang dapat sejalan dengan visi misi usaha, kemudian dari sisi modal usaha juga. Namun, untuk menyiasati ini saya memulai dengan mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari berbagai bank swasta di Jakarta hingga akhirnya menjadi mitra Bank Sampoerna melalui KSP Sahabat Mitra Sejati,” cerita Asep.
Perkenalan Asep dengan Bank Sampoerna dimulai pada 2017, ketika KSP Sahabat Mitra Sejati, yang adalah mitra strategis Bank Sampoerna menawarkan pinjaman kepada Asep. Saat itu, Asep sedang merintis usaha tahun skala rumahan, dengan modal yang dikumpulkan sebagai supir angkutan umum.
“Pinjaman dari Bank Sampoerna mayoritas digunakan untuk memperkuat aset dan sedikit untuk modal usaha. Aset tersebut digunakan kembali menambah modal, yang pada akhirnya diputar kembali untuk merintis usaha-usaha lainnya,” ucap pria asal Bogor itu.
Sampai saat ini, sambung Asep, omset penjualan tahu sudah mencapai Rp500 – 600 juta per bulan, dengan total produksi 7 – 8 kuintal per hari. Dengan dua merek dagang utama, tahu AL dan FHL, Asep mendistribusikan produk tahu tersebut ke hampir seluruh wilayah di Jakarta Barat. Sementara itu, jenis tahu yang dihasilkan, antara lain tahu putih, tahu kuning, dan tahu pong.
“Modal utama dalam mengembangkan usaha ini adalah keberanian. Itu yang membedakan saya dengan usaha tahu rumahan lainnya. Saya berani pinjam ke bank dan berkomitmen untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Dengan komitmen itu, saya akhirnya dipercaya perbankan, mulai dari pinjaman skala kecil, hingga sekarang miliar rupiah,” terangnya.
Asep menambahkan, pihaknya tidak akan pernah melupakan kontribusi Bank Sampoerna terhadap perkembangan usahanya. Selain produksi tahu, bapak tiga anak ini juga mendirikan Yayasan Ami Al Baasith Tadaquh, yang mengelola Yayasan Taman Kanak-Kanak (TK), warung kelontong, mess karyawan, dan usaha ternak sapi.
“Bank Sampoerna adalah sahabat lama yang akan terus menjadi mitra bagi usaha kami,” tandasnya. (RIZ)















Discussion about this post