TANGERANG, WT – Pemkot Tangerang mulai merealisasikan rencana penataan kawasan Jalan Kiasnawi, Kecamatan Tangerang, pada pekan ini. Tahap awal penataan akan diawali dengan sosialisasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nantinya direlokasi secara bertahap ke Pasar Anyar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Tangerang Sachrudin agar penataan kawasan Jalan Kiasnawi segera dilaksanakan.
Menurut Yeti, sosialisasi diperlukan agar para pedagang memahami rencana penataan sekaligus tahapan relokasi yang akan dilakukan pemerintah. Untuk sementara, jumlah PKL yang menjadi sasaran penataan diperkirakan mencapai 183 pedagang.
“Langkah awal realisasi penataan kawasan Kiasnawi akan dimulai dengan sosialisasi PKL agar mereka memahami rencana penataan yang dilakukan. Insyaallah, sosialisasi akan mulai disampaikan kepada perwakilan PKL yang sementara ini jumlahnya diperkirakan mencapai 183 pedagang,” ujar Yeti, Kamis (8/10/2026).
Setelah proses sosialisasi, Pemkot Tangerang akan melanjutkan penataan secara bertahap melalui pekerjaan fisik di kawasan tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang dijadwalkan mulai membangun trotoar selebar 3,5 meter dengan panjang sekitar 280 meter pada November hingga Desember 2026.
Pembangunan trotoar tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penataan Jalan Kiasnawi. Pemkot Tangerang menargetkan kawasan tersebut dapat lebih tertib dengan mengurangi aktivitas PKL serta parkir di badan jalan (on street parking).
“Setelah tahapan sosialisasi, kami akan mulai melakukan penataan fisik secara bertahap. Dalam hal ini, Dinas PUPR Kota Tangerang akan mulai membangun trotoar sebagai fasilitas penunjang untuk mendukung rencana penataan kawasan Kiasnawi agar terbebas dari aktivitas PKL dan parkir on street,” jelas Yeti.
Ia menyebut pekerjaan penataan tidak berhenti pada akhir 2026. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan pada 2027 sehingga penataan kawasan Jalan Kiasnawi dapat dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.
Pemkot Tangerang juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan kawasan tersebut. Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses penataan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Yeti menegaskan, penataan Jalan Kiasnawi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah juga mempertimbangkan aspek perdagangan, kenyamanan pejalan kaki, pengelolaan parkir, serta kelancaran lalu lintas agar kawasan tersebut dapat berfungsi secara lebih teratur.
“Penataan kawasan Kiasnawi ini tidak hanya soal pekerjaan fisik, tetapi bagaimana kawasan ini dapat berfungsi secara tertib dan terintegrasi. Oleh karena itu, aspek perdagangan, pedestrian, parkir, maupun lalu lintas bisa dikoordinasikan bersama agar penataan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (KEY)
















Discussion about this post