Magnesium termasuk salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Namun meski dibutuhkan, Anda tetap tidak boleh berlebihan mengonsumsinya. Batas asupan harian magnesium biasanya akan tergantung pada jenis kelamin, usia, dan juga kondisi fisik masing-masing orang. Hipermagnesemia adalah salah satu kondisi saat tubuh kelebihan mineral yaitu magnesium. Lantas, apa saja gejala dan penanganannya jika seseorang mengalami hipermagnesemia?
Hipermagnesemia adalah kondisi tubuh yang kelebihan asupan magnesium
Hipermagnesemia adalah kondisi yang biasanya terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal atau gagal hati stadium akhir. Hal ini terjadi karena ginjal dan hati orang tersebut tidak lagi berfungsi normal untuk menyeimbangkan kadar magnesium dalam tubuh. Ginjal yang rusak tidak dapat mengeluarkan kelebihan magnesium. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan mengalami penumpukan mineral di dalam darah.
Penyebab lain dari hipermagnesemia biasanya karena konsumsi berlebihan dari obat yang mengandung magnesium yaitu laksatif atau antasid. Malnutrisi dan minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko hipermagnesemia pada orang dengan penyakit ginjal kronis.
Berbagai penyebab lainnya yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami hipermagnesemia adalah:
- Terapi litium.
- Hipotiroidisme.
- Wanita yang mengonsumsi magnesium untuk mengobati preeklampsia.
- Obat-obatan yang mengandung magnesium tinggi seperti pencahar dan antasida.
Gejala hipermagnesemia

Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah berada pada kisaran 1,7 hingga 2,3 mg per desiliter (mg/dL). Namun, saat tubuh kelebihan magnesium kadarnya ada pada 2.6 mg/dL atau lebih. Jika sudah begitu, maka tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala seperti:
- Mual
- Muntah
- Gangguan sistem saraf
- Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi)
- Sakit kepala
- Diare
- Lemah otot
- Detak jantung tidak teratur
- Gangguan pernapasan
- Lesu
Dalam kasus yang cukup parah, kelebihan magnesium dapat menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma.
Pengobatan untuk kelebihan magnesium

Biasanya, langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengobati hipermagnesemia adalah mencari tahu dan menghentikan sumber magnesium ekstra. Setelah itu, dokter akan memberikan Anda asupan kalsium melalui suntikan langsung ke pembuluh darah untuk mengurangi berbagai gejala yang muncul seperti gangguan pernapasan, detak jantung tidak teratur, hipotensi, dan masalah saraf tertentu.
Selain itu, kelebihan magnesium juga bisa diatasi dengan diuretik, yaitu obat yang membantu merangsang dan mempercepat pengeluaran urin. Dengan obat ini, magnesium yang berlebih di dalam tubuh akan terbantu untuk keluar melalui urin.
Pada orang dengan fungsi ginjal normal, diagnosis yang dilakukan lebih awal dapat membantu efektivitas pengobatan. Biasanya, cara yang dilakukan ialah dengan mengeluarkan kelebihan magnesium setelah sumber penyebabnya telah diketahui dan dihentikan.
Namun, pada orang yang ginjalnya sudah mengalami kerusakan biasanya keterlambatan diagnosis akan mempersulit pengobatan. Cara paling efektif untuk menghentikan gejala dengan cepat ialah dengan dialisis (cuci darah) dan pemberian kalsium melalui suntikan lewat pembuluh darah.
Bagaimana cara mencegah hipermagnesemia?
Mencegah kondisi yang satu ini bisa dilakukan dengan menghindari obat yang mengandung magnesium jika ginjal Anda bermasalah. Namun, jika memang diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menanyakan apakah ada alternatif obat lain yang bisa Anda konsumsi atau meminta obat dengan dosis yang lebih rendah. Dengan menghindarinya, Anda bisa mencegah hipermagnesemia dan komplikasi yang mungkin terjadi.
The post Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Hipermagnesemia (Kelebihan Magnesium Dalam Tubuh) appeared first on Hello Sehat.























Discussion about this post