Tangerang (Antaranews Banten) – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, membebaskan tanah untuk membangun jalan layak di Kecamatan Cisauk senilai Rp120 milyar untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas.
“Setiap saat kereta api melintas menambah kemacetan, maka perlu ada upaya untuk mengatasi,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kabupaten Tangerang, Slamet Budi Mulyanto di Tangerang, Senin.
Slamet mengatakan sudah melakukan perencanaan terkait pembangunan jalan layang itu termasuk dengan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman (DP3) setempat sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap pembebasan jalan.
Dia mengatakan kereta api commuter line jurusan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Banten menunju Tanah Abang, Jakarta atau sebaliknya melintas, maka kemacetan tidak dapat dihindari.
Untuk itu perlu ada upaya pembebasan lahan agar dapat dibangun jalan layang yang rencananya dengan panjang 150 meter dengan lebar 12 meter.
Saat ini jalan di lokasi itu hanya lebar delapan meter dan terdapat perlintasan kereta api membuat pengendara motor dan mobil saling berebut menghindari lintasan.
Menurut dia, direncanakan proyek jalan layang dimulai Januari 2020 karena sudah melalui studi kelayakan dan perencanaan yang matang.
Dia menambahkan direncanakan proyek itu senilai Rp120 miliar sudah termasuk untuk pembebasan lahan milik warga setempat di Kecamatan Cisauk.
Bahkan untuk anggaran proyek tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari DPRD setempat yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang.
Upaya membangun jalan layang dianggap mendesak untuk memperlancar arus barang dan orang dari Kabupaten Bogor, Jabar menuju Serpong, Kota Tangerang Selatan atau sebaliknya.
Beberapa waktu lalu, pihaknya bersama aparat Polres setempat telah melakukan survei menyangkut perlintasan kereta api itu sehingga tingkat kecelakaan lalu lintas yang menerobos palang pintu lalu lintas relatif tinggi.
Demikian pula kemacetan arus lalu lintas terutama pada jam kerja karena di kawasan tersebut banyak terdapat kompleks perumahan dan pertemuan tiga arah ke Rumpin, Bogor, Cisauk dan Serpong.
“Salah satu solusi terbaik mengatasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas adalah dengan cara membangun jalan layang,” katanya.
















Discussion about this post