| Modal Patungan, Siswa SD Ini Pun Corat-coret Seragam Usai UN |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Jumat, 11 Mei 2012 08:00 |
Pemandangan itulah yang tampak di sekitar jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (10/5/2012) siang. Memang tidak ada yang tawuran, namun menyaksikan tindakan sepuluh pelajar SD yang baru saja menyelesaian UN sungguh membuat orang yang melihatnya mengurut dada.
Aksi corat-coret yang kerap dijadikan 'tradisi' oleh siswa SMA dan SMP rupanya dicontoh adik-adiknya yang masih duduk di bangku SD. Tak mau kalah dengan kakaknya, merekapun menyemprot baju dan rambutnya dengan cat jenis pylox.
“Ya karena baru selesai ujian (UN),” ucap Sahrul salah satu siswa SD di Bojong Sari, Ciputat, saat ditanya alasan mencorat-coret seragamnya. Berdasarkan pantauan, kesepuluh pelajar SD itu berjalan-jalan di trotoar dekat pasar Ciputat. Seragam Sahrul bersama kesembilan rekannya terlihat dipenuhi coretan pylok berwarna biru, hijau dan merah.
Mereka mengaku membeli sendiri pilok-pilok tersebut. “Ujiannya selesai kemarin, tapi kemarin belum ada duitnya untuk beli pylok. Harga satunya Rp. 19.000, beli tiga,” tuturnya. Para siswa itu mengaku apa yang mereka lakukan tidak dilarang oleh pihak sekolah. “Sekolah enggak ngomong apa-apa, tahun kemarin juga sama. Ya enggak dimarahin,” ucapnya. Bahkan mereka seolah bangga menunjukkan coretan di seragam yang dipenuhi tanda tangan dan simbol-simbol buatan mereka. “Ini (simbol) anarki,” ujar Sahrul sambil menunjuk coretan di salah satu seragam bagian belakang milik rekannya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Tangsel, Rommy Adie Santoso mengatakan, permasalahan tersebut harus menjadi perhatian dari kepala sekolah terkait. Karena pembinaan di sekolah itu harus ditegaskan. “Masih banyak hal yang lebih penting dari sekedar coret-coretan,” katanya. (warta/003) |
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox