|
TANGERANG, WARTA-- Himpunan Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (HIPERTINDO) mengajak seluruh pengrajin se Jabodetabek melakukan aksi mogok produksi tahu dan tempe. Hal ini terkait kenaikan harga kedelai yang melambung tinggi dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.000. Tingginya kenaikan harga kedelai membuat pengrajin tahu dan tempe banyak yang gulung tikar.
"Kita akan melakukan mogok produksi sejak hari ini, Kamis (10/5/2012) hingga Sabtu (12/5/2012). Kenaikan harga kedelai membuat produksi tahu tempe lesu, pengusaha bahkan setiap harinya dipastikan merugi hingga Rp 600 ribu dari produksi 2000 Kg nya," kata Ketua Hipertindo, Kamis (10/5/2012).
Rencana kenaikan BBM pun menjadi salah satu sebab naiknya harga kedelai di pasaran, dimana pemerintah tak bisa menekan harga sehingga menaikkan harga kedelai yang membebani pengusaha tahu tempe, sedangkan pengusaha tetap tidak bisa menaikkan harga di pasaran.
"Kenaikan Rp 200 saja sudah menyulitkan produksi, apalagi ini naiknya sangat tinggi, dengan aksi ini kami harap pemerintah dapat melakukan tindakan sehingga tidak makin banyak pengusaha tahu tempe guling tikar, dan segera menstabilkan harga kedelai dipasaran," tegasnya.
Johanda Fadil, Sekjen HIPERTINDO mengatakan hingga saat ini jumlah pengusaha tahu tempe se Jabodetabek berjumlah 15 ribu, sedangkan yang ada di Kota Tangerang saja mencapai 2.500 pengusaha. " Tiga hari, Jabodetabek tanpa tahu tempe," ucapnya lagi. (ade f/warta)
|
Best Viewer By Firefox firefox