| Tidak Terima Statement Soal Poligami, Ratusan Guru Datangi Sekda Kota Tangerang |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Selasa, 08 Mei 2012 22:36 |
“Kedatangan anggota PGRI ini hanya ingin mengklarifikasi statement Sekda di salah satu surat kabar, yang kami anggap itu menyudutkan para guru khususnya di Kota Tangerang" ucap Ketua PGRI Kota Tangerang, Saman, di depan ruang Sekda Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Lantai II.
Dari pantauan Wartatangerang, ratusan guru itu juga memegang selebaran tanpa kop surat dan tanda tangan pembuatnya yang berisi tudingan bahwa statement Sekda yang mengatakan banyaknya terjadi poligami dan perceraian di kalangan guru dan larangan menggunakan seragam PGRI. "Jika memang ada harusnya Sekda memberi pembinaan, bukan mengeluarkan statement di media" katanya.
Saat disinggung, dari mana selebaran yang seperti surat kaleng tersebut berasal, dirinya mengatakan hal tersebut merupakan catatan PGRI Kota Tangerang. “Itu merupakan catatan lama kami" katanya, sambil meninggalkan wartawan yang menanyakan.
Harry Mulya Zein mengatakan tidak pernah bilang banyak guru seperti itu di media masa yang mereka maksud. Tapi kalau bicara fakta, dari sekitar 10 ribu PNS Pemkot Tangerang, memang ada guru yang berselingkuh atau poligami. Fakta tidak bisa direkayasa,” tegasnya usai pertemuan PGRI di ruangnya.
Dirinya juga menambahkan, sebenarnya PNS tidak dilarang berpoligami, asal dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku yakni ada izin dari istri pertama dan atasannya. (ade f/003) |




Best Viewer By Firefox firefox