| Pemkot Tangerang Tertarik Kembangkan Sistem Penyulingan Air Bersih |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Sabtu, 28 April 2012 08:13 |
|
Hal tersebut disampaikan Arief saat mengunjungi Balai Latihan Pengolahan Air di sela-sela penutupan Diklat Pengelolaan Sampah yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Teknik Air Minum Dan Sanitasi Wilayah I bertempat di Balai Teknik Air Minum dan Sanitasi Wilayah I, Jalan Chairil Anwar I No. 1 Margahayu Bekasi Timur, Jum’at (27/04).
Lebih lanjut Arief mengatakan, potensi sungai di Kota Tangerang harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakatnya, walaupun saat ini Pemkot memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng sebagai perusahaan pengelola air bersih. Sebab sampai saat ini, hal itu baru mampu menyediakan 23 persen air bersih dan belum dapat memenuhi harapan masyarakat dalam penyediaan air bersih.
Untuk itu, kedepannya Pemkot akan terus berupaya melakukan inovasi dalam pengelolaan air sungai menjadi air bersih. Salah satunya dengan metode penyulingan. Sehingga saat mengunjungi Balai Teknik Air Minum dan Pengelolaan Sampah ini, Arief sangat tertarik dan berencana untuk menerapkannya di Kota Tangerang.
“Kota Tangerang memiliki potensi sungai yang sangat besar, untuk itu harus dimanfaatkan untuk menjadi sumber air bersih.” ujarnya saat melihat langsung ruang mesin dan alat lainnya yang digunakan serta tempat uji laboratotium untuk pengolahan air sungai menjadi air bersih di balai latihan tersebut.
Salah seorang petugas balai diklat, Agus (47) mengatakan, ada dua sistem pengolahan air sungai menjadi air bersih pertama melalui sistem hidrolik yaitu menggunakan terjunan air atau grafitasi dan kedua sistim mekanis yaitu dengan menggunakan motor penggerak. Dengan sistem mekanis ini atau non konvesional akan menghasilkan 6 liter per menit.
Sementara saat penutupan Diklat, Arief meminta kepada peserta diklat agar mengajak masyarakat untuk terus mengurangi sampah yaitu dengan memanfaatkan sampah dengan cara mengolahnya menjadi hal yang menghasilkan seperti untuk membiayai kegiatan di masyarakat. Karena dengan cara ini, reduksi atau pengurangan sampah bisa mencapai 70 persen. (warta/003) |
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox