| Tingkatkan Keamanan Bandara, AP II Gandeng ACI |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Senin, 23 April 2012 17:22 |
TANGERANG, WARTA - PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soekarno - Hatta mengundang konsultan asing, Airports Council International (ACI) untuk mengkaji dan menganalisa kekurangan di Bandara Soekarno Hatta.
Tim ACI akan bekerja selama 10 hari, sejak 23 April - 3 Mei. Dalam kerjanya, tim yang berjumlah 10 orang, akan mengkaji enam item seputar masalah keamanan dan keselamatan di bandara. Salah satu yang mendapat sorotan adalah keadaan landasan pacu (runway), selain sistem keamanan bandara itu sendiri.
"Masalah keamanan dan keselamatan penumpang adalah fokus utama kami. Karena itu kami akan terus berupaya memperbaikinya," ucap Tri S Sunoko, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Senin (23/4).
Karena itu , lanjut Tri, pihaknya sengaja mengundang ACI agar timnya melakukan kajian dan analisa mendalam mengenai apa yang harus ditingkatkan pihaknya. "Hasil analisa akan kami pelajari dan tindak lanjuti. Karena kami mau meningkatkan level of service sama seperti bandara kelas dunia lainnya," ucapnya.
Menurut Tri, pengkajian masalah keamanan dan keselamatan itu sebagai bagian dari revitalisasi Bandara Soekarno - Hatta. "Karena ada tiga tahap pembangunan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Dan ini masuk dalam kategori jangka pendek," ucapnya.
Terkait kasus pencurian avtur yang menimpa hampir semua maskapai penerbangan, menurut Salahudin Rafi, Direktur Operasional PT Angkasa Pura II, pihaknya sedang menyelediki keterlibatan oknum Angkasa Pura II. "Jika ada yang terlibat akan kami tindak tegas. Bagi pegawai outsourcing akan kami berhentikann sedangkan bagi pegawai tetap akan kami pecat," ucapnya.
Menurut Salahudin, pihaknya tidak main-main dalam masalah keamanan yang berdampak kepada keselamatan penumpang. "Tiap tahun kami memecat banyak pegawai yang lalai. Bahkan karena pencurian avtur ini, kami akan mendiklatkan 600 orang petugas keamanan kami," ucapnya.
Sementara itu, John Polinger, President ACI, menyatakan pihaknya belum bisa menentukan keamanan dan keselamatan di Bandara Soekarno - Hatta, sebab pihaknya belum melakukan kajian langsung ke lapangan. "Nanti saat kami lihat, baru diketahui bagaimana tingkat keamanan di bandara ini," ujarnya.
Namun kata John, masalah keamanan dan keselamatan adalah dua hal berbeda. Standar tiap negara juga berbeda. Seperti halnya AS, yang pernah mengalami serangan bom September 2001, tentu memiliki standar keamanan yang sangat tinggi.
"Tapi saya bangga dengan Soekarno - Hatta ini, meskipun jumlah penumpang telah mencapai 51,5 juta orang, tak ada gangguan keamanan yang berarti," ucapnya.(ade f/warta) |
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox