| Banyak Tak Bersertifikasi, Guru Olahraga di Banten Harus Dievaluasi |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Jumat, 04 Mei 2012 07:59 |
SERANG, WARTA--Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Cepi Sahrul Alam, meminta Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten dan kota di Banten untuk melakukan evaluasi terhadap guru mata pelajaran olahraga di setiap jenjang satuan pendidikan dari SD hingga SMA.
Cepi beralasan, guru mata pelajaran olahraga yang ada saat ini, sebagian besar tidak berlatar belakang pendidikan S1 olahraga. Juga, belum memiliki sertifikat guru olahraga dari pemerintah. Akibatnya, siswa di setiap jenjang pendidikan belum maksimal.
"Untuk praktek lapangan mata pelajaran olahrganya, siswa belum begitu paham betul. Karena, kemampuan guru mata pelajaran olahraga juga memiliki keterbatasan. Jadi, kami minta seluruh guru mata pelajaran olahraga di setiap jenjang satuan pendidikan dilakukan evaluasi,"kata Cepi, kepada wartawan di Serang, kemarin.
Menurut Cepi, siswa yang dapat mengusai berbagai kegiatan olahraga di Banten ini cukup banyak. Antara lain sepak bola, bola volly, basket, tenis meja, lari, panjat tebing, serta jenis kegiatan olahraga lain, baik siswa SD maupun SMA.
"Itu, bisa dilihat pada ajang kegiatan pekan olahraga yang digelar pemkab/pemkot di semua tiangkatan. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Kalau potensi siswa itu, tidak dibarengi dengan tingkat kemampuan guru, kemajuan olahraga di Banten akan sulit berkembang,"ujarnya.
Kedepan, lanjut Cepi, kalau pemkab/pemkot, dan pemprov menyelenggarakan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) khusus untuk guru olahraga, harus berlatar belakang pendidikan S1 olahraga.
"Kami meyakini, kalau guru yang menjadi CPNS sesuai dengan bidangkanya, prestasi olahraga di Banten akan mengalami peningkatan,"tuturnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina mengaku akan menindaklanjuti permintaan tersebut. "Kami sepakat keberadaan guru mata pelajaran olahraga di setiap jenjang pendidikan di kabupaten/kota di Banten dilakukan evaluasi. Namun, karena menjadi kewenangan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, kami perlu komunikasi dulu,"kata Hudaya.
Hudaya pun mengakui, bahwa keberadaan guru mata pelajara di Banten, banyak yang tidak berlatar belakang pendidikan olahraga. Termasuk tidak memiliki sertifikat guru olahraga."Untuk mengetahui berapa jumlah guru olahraga di Banten, saat ini kami tengah melakukan pendataan di setiap jenjang pendidikan, Mulai dari SD hingga SMA,"ujarnya. (warta/003) |
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox