|
Di Tulis Oleh admin
|
|
Kamis, 11 Nopember 2010 17:56 |
Nina Yulianti sebelumnya tak pernah menyangka hobinya menambal sulam pakaiannya, kini menjadi ladang uang. Keahliannya merajut pakaian menginspirasinya untuk membuat trobosan yang unik membuka peluang usaha baru yakni, lampion benang.
Di awal tahun 2005 silam, wanita berambut lurus ini mengawali bisnisnya di tengah menjamurnya perajin lampion. Tetapi, banyaknya pesaing tersebut bukan melemahkan tekadnya, justru memacunya untuk kreatif. “Memang saat itu saya bingung, karena sudah banyak perajin lampion. Tetapi, dalam benak saya tercetus ide untuk membuat lampion dengan benang,” tuturnya.
Benang yang biasa digunakan untuk menjahit baju, di tengan Nina menjadi produk yang indah dan bernilai jual kompetitif. Dalam membuatnya, dia tidak menggunakan cetakan, melainkan balon tiup. "Balon ditiup yang ada diolesi lem dan dililiti benang," kata Nina. Hasilnya pun menjadi lampion cantik, penghias ruangan, yang siap dipasarkan.
Nina tidak berpuas diri. Dia terus mengembangkan kreativitasnya agar produknya bisa diterima masyarakat. Berbagai bentuk lampion pun dia tawarkan; dari yang gantung sampai duduk. Untuk sebuah lampion gantung, dia bisa membuat dalam waktu 15 menit.
Mengenai harga, Nina menjual dengan bervariasi. Lampion gantung dijual dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per buah. Sedangkan untuk lampion duduk, dia memasang harga Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu. Ini lebih mahal karena menggunakan alas duduk yang terbuat dari kayu. (001)
|
Best Viewer By Firefox firefox