| Batik Banten Meriahkan Library Annual Event UPH |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Selasa, 12 April 2011 07:32 |
TANGERANG, WARTA- Universitas Pelita Harapan (UPH) memperkenalkan Batik Banten dalam acara Library Annual Event (Libanev), yang digelar Senin (11/4) hingga Jum’at (15/4).
Selain memamerkan batik banten, Libanev yang merupakan rangkaian acara tahunan The Johannes Oentoro Library, UPH ini juga dimeriahkan dengan seminar tentang batik dan workshop membatik.
Seminar yang digelar Senin (11/4), menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Prof. Drs. Yongky Safanoyang dari Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan UPH, Ir Uke Kurniawan selaku penggagas dan pengembang Batik Banten dan Dirut PT Batik Banten, Mukarnas.
Dihadapan 120 peserta seminar, Prof Yongky mengupas tuntas seni desain batik yang sudah mendunia. Selain untuk memperkenalkan Batik Banten, acara ini juga sebagai bentuk apresiasi dan dukungan UPH untuk melestarikan budaya lokal.
Sejarah dan perkembangan Batik Banten juga diulas tuntas oleh Ir Uke. “ Batik yang asli dibuat dengan menggunakan lilin, bukan hasil printing atau sablon.Dan tidak semua yang bermotif batik bisa disebut batik,” jelas Uke.
Ditambahkannya, batik banten memiliki ciri khsuus dibanding batik pada umumnya, yang terlihat dari segi warna, motif dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Uke menjelaskan, warna batik banten cenderung ke arah abu-abu lembut, melambangkan karakter wilayah Banten yang banyak memiliki air dengan kandungan seng tinggi.
Batik Banten, lanjutnya memiliki 75 motif dasar yang unik, dan sudah mulai dikenal di kancah internasional, bahkan saat ini Batik Banten dipilih untuk menghiasi salah satu produk kulkas merk internasional.
“ Batik Banten tak hanya diminati pasar nasioanal, tapi juga pasar internasional. Bahkan banyak WNA yang tertarik untuk mengikuti pelatihan membuat Batik Banten,” kata Uke.
Pameran dan seminar ini digelar untuk umum, selain staff, dosen dan mahasiswa UPH, masyarakat umum juga bisa ikut serta. Peserta hanya dikenakan biaya pengganti bahan sebesar Rp 10.000 s/d Rp 30.000 sesuai ukuran bahan yang digunakan.
“Beberapa siswa SD, SMP dan SMA di daerah tangerang dan sekitar UPH sudah ada yang mendaftar untuk ikut workshop ini,” jelas Dama, panitia acara. Pengunjung yang berminat, juga dapat membeli produk-produk batik yang dipamerkan.(002)
|
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox