| Pesan Damai Warga Baduy Untuk Masyarakat Banten |
|
|
|
| Di Tulis Oleh admin |
| Minggu, 10 April 2011 16:12 |
Amanat masyarakat Baduy ini disampaikan tokoh masyarakat “ Baduy Luar”, Jaro Daenah dalam “Seba Baduy” di kantor Gubernur, Banten, Sabtu (9/4) malam.
“ Kami ingin menyampaikan, agar keamanan dan perdamaian di Banten tetap terjaga dan masyarakat jangan melakukan tindakan kekerasan,” kata pria tokoh Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes.
Ditambahkannya, untuk menghindari tindak kekerasan, masyarakat Banten diminta untuk mematuhi peraturan hukum yang berlaku di masyarakat dan negara. Daenah menuturkan, warga Baduy tidak terbiasa dengan kekerasan.
Ia mengaku, pesan perdamaian ini tidak ada kaitannya dengan kerusuhan Cikeusik, Pandeglang belum lama ini. Karena dirinya, mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Pesan untuk menjaga perdamaian, juga diungkapkan tokoh masyarakat “Baduy dalam” Jaro saidi Putra. “ Masyarakat harus menghormati aturan adat atau hukum yang berlaku di negara, dan mengedepankan persaudaraan serta kasih sayang,” katanya.
Dalam acara Seba kali ini, masyarakat Baduy juga meminya Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah untuk menjaga gunung dan hutan yang ada di Banten, khususnya yang ada di kawasan masyarakat Baduy. Untuk mengindari segala bencana alam seperti banjir, longsor dan pemanasan global.
Sementara itu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah mengapresiasi dengan baik dan memberikan penghargaan tinggi kepada masyarakat Baduy yang teklah menjaga kelestarian hutan di sekitar masyarakat adat Baduy, serta kedisplinan dan ketaatan terhadap aturan adat yang berlaku.
"Tradisi ’Seba Baduy’ ini agar tetap dijaga dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya dan potensi pariwisata di Banten. Tradisi ini sebagai ajang silaturahmi antara masyarakat Baduy dengan pemerintah," kata Ratu Atut.
Tradisi seba Baduy yang digelar di depan Kantor Gubernur Banten diikuti sebanyak 1.482 warga baduy, sekitar 99 orang diantaranya merupakan warga baduy dalam dengan pakaian khas warna putih, serta sebagian besar adalah masyarakat baduy luar dengan pakian khas serba hitam dengan ikat kepada kain batik biru. Acara tersebut juga dihadiri seluruh Muspida Provinsi Banten.
Seba Baduy merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan masyarakat adat di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, tujuannya untuk bersilaturahmi dengan pejabat pemerintah daerah serta sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian, dengan memberikan berbagai hasil pertanian dan olahan yang ada di lingkungan mereka kepada gubernur atau bupati. (Kcm/002)
|
| Artikel Terkait : |
|---|
|




Best Viewer By Firefox firefox